Kecantikan Hakiki
Konon, seorang laki-laki akan mudah terkesan oleh
kecantikan wajah wanita. Maka sempurnalah kebahagiaan seorang laki-laki jika ia
memiliki istri yang berwajah memikat.
Ada seorang wanita
yang memiliki wajah yang sangat cantik, namun ia tidak berhati mulia. Ia juga
memiliki harta kekayaan yang banyak. Ayahnya meninggalkan harta warisan yang
berlimpah, antara lain kapal pesiar pribadi, dan pulau milik pribadi
juga. Wanita itu telah berkali-kali menikah namun ia harus menghadapi
kenyataan pahit. Suami-suaminya tidak pernah merasa senang ataupun semakin sayang
ketika memandang kecantikan diwajah istrinya, karena ia memiliki tabiat yang
buruk. Seluruh pernikahannya berakhir dengan kekecewaan.
Cerita di atas dapat
kita simpulkan bahwa Kecantikan hakiki
bukan dari wajah, melainkan kecantikan yang keluar dari hati. Kebahagiaan
seorang lelaki adalah ketika ia dianugrahi oleh Allah seorang istri sholehah. Dimana
ia memandangnya, ia merasa semakin sayang. Karena kebahagiaan sang suami lahir
dari istri yang apabila suami memandangnya, membuat suami bertambah kuat
jalinan perasaannya.
Karena itu wahai saudariku muslimah, tidak mesti kita harus
mempercantik diri dengan alat kosmetik atau dengan menggunakan gaun-gaun aduhai
yang akhirnya akan membawa kita pada sikap berlebihan, pada hal yang tak halal,
bahkan menyebabkan kita menjadi lalai dan meninggalkan segala yang bermanfaat
dalam perkara-perkara akhirat, na’udzubillah.
Ada yang lebih
berarti dari semua itu, ada yang lebih penting untuk kita lakukan demi
mendapatkan cinta suami.
Sesungguhnya cinta yang dicari dari diri seorang wanita adalah cahaya
yang bersinar dari dalam jiwa dengan segala kemuliaannya dan
dapat menjaga dirinya,
Wahai saudiku muslimah…
Tuangkanlah di dalam
dada dan hatimu dengan cinta dan kasih sayang serta tanamkanlah kemuliaan wanita
muslimah di dalam jiwamu yang penuh dengan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah,
kebaikan, kelembutan, serta menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh islam.
